Man City Rubah Gaya Permainan

manchester city

Manchester City baru saja memenangkan laga ke-16 pada lanjutan Premier League melawan Watford pada Kamis, 15 Desember 2016. Kemenangan 2-0 ini sangatlah berarti bagi anak asuh dari Pep Guardiola. Pasalnya dalam beberapa hari yang lalu, klub dengan jajaran pemain bintang tersebut sempat di bantai oleh juara bertahan Leicester City dengan skor yang sangat mencolok yaitu 4-2.

Pada kemenangan City kemarin, ternyata ada yang berubah dari gaya permainan dari tim yang memiliki julukan The Sky Blues tersebut. Belajar dari kekalahan memalukan melawan juara bertahan Leicester sepertinya telah dibayar lunas pada laga melawan Watford kemarin.

The Sky Blues tidak lagi bermain dengan gaya menyerang mereka yang cukup frontal. Pola permainan sebelumnya, Yaya Toure CS selalu bermain dengan cara mendorong bola untuk selalu bergulir di depan garis tengah dan memanfaatkan kecepatan kedua pemain sayapnya, yakni David Silva di sisi kanan serta Raheem Sterling yang di paksa bermain pada sisi kiri.

Sterling sendiri sebenarnya memiliki posisi ideal sebagai pemain depan atau penyerang. Karena dinilai memiliki kecepatan untuk menyisir pinggir garis sebelah kiri, maka kejeniusan sang pelatih, Guardiola dirinya dipasang sebagai pemain sayap saat meladeni tim tamu Watford.

Perubahan gaya permainan tersebut ternyata berbuah hasil. Meskipun penguasaan bola sedikit berkurang, setidaknya gawang Man City yang dijaga oleh Cloudio Bravo, tetap perawan sampai akhir pertandingan. Ini adalah Clean Sheet pertamanya setelah meladeni sembilan laga sebelumnya. Perubahan strategi dan gaya permainan yang cenderung sedikit bertahan dinilai sejumlah pemainnya cukup sukses.

“kami tidak masalah jika harus bermain dengan cara menjaga keseimbangan lini tengah, jika dibandingkan dengan keharusan mendorong bola untuk masuk ke kotak pinalti mereka. Sebenarnya cara seperti ini tidak buruk, karena kami melakukan strategi baru yang berjalan dengan baik,” ungkap Kevin De Bruyne.

Perubahan mencolok sangat terlihat jelas ketika pemain tengah Manchester City, yang di komandoi oleh Yaya Toure lebih sedikit turun ke area pertahanan sendiri. Kevin De Bruyne yang biasanya selalu rajin menusuk dari lini tengah mulai terlihat sedikit berhati-hati dalam setiap melakukan manufer-manufernya.

City yang juga memiliki nama julukan sebagai Citizens ini menyadari bahwa kekuatan mereka berada di lini tengah. Beberapa pemain dengan kualitas bagus serta didukung kemampuan pemain dengan kecepatan dalam menusuk dari sisi sayap sepertinya menjadi sebuah kelemahan juga.

“Saya menyadari tim ini memiliki kualita sangat luar biasa, tapi ketika kalian mampu menyadarinya itu, sebaiknya sadari juga jika hal tersebut merupakan bagian dari kelemahan anda. Saat ini saya mengerti bagaimana seharusnya skuad ini bermain dan saya sudah menemukan formula baru untuk meraih angka penuh kedepannya,” tegas Pep Guardiola.

Serangan Balik Jadi Perhatian Khusus

pep guardiola
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola

Klub yang didirikan pada tahun 1880 ini ternyata harus mengakui, betapa lemahnya ketika pemain harus melakukan transisi dari menyerang menjadi bertahan dengan cepat. Pada setiap laga-laga yang di lakoni anak asuh Guardiola, mereka selalu saja kebobolan melalui serangan balik cepat oleh lawannya.

Mealawan Leicester beberapa hari lalu menjadi bukti betapa sulitnya mereka menghalau setiap serangan balik kilat yang dilakukan oleh Vardy CS. “Pemain tengah kami terlalu berani mengambil inisiatif serangan secara spartan tanpa memikirkan keseimbangan dalam bermain sepakbola. Itu semua bukanlah salah mereka, tapi kesalahan ini berada di pundak saya sebagai pelatih,” ungkap mantan pelatih Barcelona dan Bayer Munchen itu.

“Kemenangan dua gol melawan Watford, membuat saya berfikir bahwa Liga Inggris sangat berbeda dengan gaya permainan pada Liga Spanyol dan Liga Jerman. Disini kami tidak bisa di tuntut harus selalu memegang bola tapi keseimbangan pada setiap lini menjadi kunci permainan di negara ini,” tambahnya.

Bermain Direct

Aleksandar Kolarov
Pemain bertahan Manchester City, Aleksandar Kolarov

Pemain bertahan seperti Gael Clichy, Aleksandar Kolarov, Nicolas Hernan Otamendi dan Pablo Zabaleta harus rela bermain secara merapat atau berkumpul di dalam kotak pinalti. Bermain direct seperti ini ternyata mampu menjaga keperawanan gawang mereka tetap terjaga sepanjang laga tersebut.

“Saya tidak merasa keberatan jika pelatih harus melakukan direct kami sebagai pemain bertahan untuk memenuhi kotak pinalti, karena itu adalah tugas kami agar penjaga gawang selalu nyaman berada di bawah mistarnya,” jelas Kolarov.

Clichy  sendiri cukup nyaman dengan gaya permaianan baru yang diterapkan oleh Guardiola saat menang melawan Watford. “Bermain direct bukan berarti harus bermain bertahan secara penuh, hal tersebut hanyalah sebagai strategi karena bermain sepakbola tidak harus selalu menyerang. Ada saatnya bermain sedikit bertahan untuk membangun serangan terbaik,” jelasnya.